Sabtu, 08 Desember 2012

Mutiara di Dasar Laut Itulah Statistika Hidup adalah pilihan. Menjadi mahasiswa pun menjadi bagian dari pilihan hidup ini. Dan setiap pilihan yang ada menyediakan konsekuensi dan keuntungannya tersendiri. Karena hidup ini bagaikan keping mata uang logam yang memiliki dua sisi berlainan dan hidup akan selalu seperti itu. Menjadi mahasiswa bukan satu-satunya pilihan yang membuat kita melejit langsung ke puncak tangga kesuksesan. Namun menjadi mahasiswa adalah membuat kita menapaki tangga kesuksesan melalui proses yang dinamis, proses memperdalam ilmu pengetahuan yang akan menjadikan kita sukses pada bidangnya bukan karena keberuntungan semata. Statistika, kata yang tak begitu asing ,ia begitu familiar di pelajaran matematika saat aku SMA dulu, kini ia menjadi pilihan yang sudah aku jatuhkan untuk aku tekuni untuk menapaki satu persatu tangga kesuksesan. Mengapa statistika? Ilmu apakah statistika itu? seberapa pentingnya statistika di kehidupan kita ini? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pembahasan di bawah ini. Mengapa statistika? Bukankah masih banyak pilihan jurusan lain yang prospeknya menjanjikan? Seperti itulah tanggapan orang-orang di sekitarku ketika aku memutuskan menjatuhkan pilihan statistika ini. Sekali lagi ini masalah pilihan. Awalnya tak terpikirkan untuk memilih ini , waktu masih SMA dulu belum agak mengerti mengenai jurusan-jurusan dan prospek kerjanya. Kemudian menjelang semester 2 saat kelas 3 SMA aku sudah berburu pengetahuan tentang masing-masing jurusan dan prospek kerjanya. Saat-saat pertama belum ada pikiran untuk memilih statistika, waktu itu aku tertarik dengan jurusan Hubungan Internasional, tetapi ternyata aku merasa itu bukanlah bidangku. Kemudian ibu memberikan arahan padaku untuk memilih statistika dikarenakan sesuai bidangku yang suka hitung-menghitung. Pilihan statistika ini diperkuat lagi ketika aku mengikuti sosialisasi dari IPB, dari sosialisasi itu aku mendapatkan kemantapan hati untuk memilih statistika karena prospek kerjanya yang luar biasa luasnya. Hampir semua bidang membutuhkan statistika. Perjalananku dalam menggapai jurusan statistika penuh lika-liku. Saat SNMPTN undangan dan tulis aku tidak lolos. Sebenarnya aku sudah putus harapan saat itu, waktu itu aku sudah mempersiapkan diri untuk mendaftar ulang di perguruan tinggi swasta, tapi setelah aku melihat pengumuman ujian mandiri Universitas Diponegoro ternyata aku terpilih untuk bergabung di jurusan statistika .Betapa bahagianya hatiku saat itu. Sujud syukur pun aku lakukan. Inilah almamaterku Universitas Diponegoro yang nantinya akan membesarkan namaku. Saat itu juga aku bertekad untuk semangat belajar dan memberikan yang terbaik buat almamater tercinta. Bagiku dalam memilih jurusan itu yang terpenting bukan karena prospek kerjanya yang luas atau tidaknya. Memilih jurusan itu sebaiknya adalah sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki. Apalah artinya jika sebuah jurusan itu prospek kerjanya bagus namun kita tak menyukainya. Itu hanya akan membuat kita tersiksa di dalamnya. Dalam konteks lainnya juga terkadang jurusan tak menjanjikan kita akan jadi profesi ini atau profesi itu. Namun kitalah yang menentukan akan jadi apakah kita ke depannya. Statistika itu masih bagian keluarga dari matematika. Yang dipelajari di statistika itu mengenai cara mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis , menginterpretasi ,mempresentasi dan memberikan sebuah keputusan terhadap data yang dikelola. Singkatnya statistika itu adalah ilmu yang berkaitan dengan data. Tanpa kita sadari statistika telah ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak contoh yang ada misalkan dalam pemilihan ketua sebuah organisasi dilakukan voting terhadap tiap calon ketua, nanti yang mendapat polling paling banyak dari pemilih dia akan terpilih menjadi ketuanya. Kemudian ketika kita lahir pun sebenarnya kita telah dikenalkan dengan statistika, yakni mengenai panjang dan berat tubuh kita, dan dalam kehidupan seorang mahasiswa seperti aku ini statistika penting sekali misalkan dalam penghitungan indeks prestasi. Masih banyak lagi manfaat statatistika dalam kehidupan kita ini. Menjadi seorang mahasiswa adalah sebuah status sosial yang memiliki tingkat kemandirian dan tanggung jawab yang tinggi. Seorang mahasiswa bukan lagi seorang anak kecil yang perlu digandeng tangannya untuk menuju suatu tujuan tertentu. Mahasiswa sudah harus bisa berjalan sendiri dan harus bisa bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Menjadi mahasiswa pun harus dituntut untuk bisa berpola pikir ilmiah bukan berpola pikir spekulatif. Apa itu berpola pikir ilmiah? Ya, berpola pikir ilmiah itu adalah suatu pemikiran atau tindakan seseorang yang dilandaskan pada dasar-dasar dan ilmu tertentu. Mengapa harus berpola pikir ilmiah? Karena pemikiran atau tindakan yang dilandaskan pada dasar-dasar dan ilmu tertentu akan membuat masyarakat lebih percaya dan menerimanya dibandingkan pemikiran atau tindakan yang tak berlandaskan apapun dan dilakukan secara spontan. Singkatnya dengan berpikir ilmiah membuat kepercayaan masyarakat tinggi terhadap kita. Berpola pikir ilmiah itu memiliki banyak ciri. Seperti pendapat yang dikemukakan dan tindakan yang dilakukan didasarkan pada penelitian yang dilakukannya. Berpikir objektif bukan subjektif pada suatu permasalahan. Pendapat yang disampaikan bukan asal-asalan melainkan sesuai kebenaran yang ada. Untuk memperkuat pendapatnya menggunakan data-data atau bukti yang diperoleh dari pelaksanaan metode ilmiah. Ternyata statistika yang kini akan aku tekuni adalah salah satu dari empat sarana untuk berpikir secara ilmiah selain bahasa, matematika dan logika. Memilih statistika ternyata adalah pilihan yang tepat dan kini aku menyadarinya. Dan konsekuensi sebagai seorang mahasiswa statistika adalah mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen dengan sebaik-baiknya. Saat ini di Indonesia perguruan tinggi yang sudah membuka jurusan statistika masih sedikit padahal manfaatnya pada setiap lini ilmu pengetahuan itu sangat penting. Hampir semuanya membutuhkan statistika. Kedokteran pun memerlukan statistika, ilmu psikologi yang pada dasarnya bukan ilmu alam namun ilmu sosial tetap membutuhkan kehadiran statistika. Hal ini mempertegas dan meyakinkan seorang mahasiswa statistika harus berbangga diri dan percaya diri. Dan tak perlu menyesal, misalkan sebenarnya pada pilihan pertama menginginkan masuk di jurusan kedoteran namun takdir mengatakan lain sehingga masuk di jurusan statistika. Tak perlu disesali apa yang terjadi sekarang ini pada diri kita. Walau tak bisa masuk di kedokteran, tapi kan statistika juga diperlukan di bidang kedokteran. Memang, terkadang apa yang kita sukai tak selalu terbaik buat kita dan juga apa yang kita benci tak selalu menjadi hal yang terburuk di kehidupan kita. Kita tak pernah menduga jika apa yang kita benci akan menjadi bagian terbaik dalam hidup kita. Sekali lagi , statistika adalah ilmu yang penting kita pelajari, telah diuraikan manfaat-manfaatnya diatas. Dengan statistika kita dilatih untuk berpikir ilmiah dan bukan berpikiran spekulatif. Tak perlu berkecil hati dengan jumlah mahasiswa statistika yang sedikit jumlahnya. Justru disitulah kelebihannya, mahasiswa statistika yang jumlahnya sedikit akan dicari oleh banyak orang dari berbagai macam bidang. Jika dianalogikan statistika itu bagaikan mutiara di dasar laut. Mutiara di laut itu jumlahnya sedikit, mutiara ini menggambarkan keberadaan mahasiswa statistika yang jumlahnya kalah dibanding jurusan lainnya sedangkan laut menggambarkan orang-orang dari segala bidang yang mencari-cari lulusan statistika. Jadi kesimpulan essay ini, aku sebagai mahasiswa statistika Universitas Diponegoro bangga dengan statistika karena statistika itu memberikan bukti bukan janji.

^^Diary Stastician ^^ . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates