Review Ruangbelajar: Kamu Tim Ruang Belajar Via Smartphone atau Tim Ruang Belajar Via Desktop?
Halo sahabat dista, siapa yang disini pengguna setia
ruangguru? Atau siapa disini yang sudah punya ketetapan hati #ea untuk
berlangganan ruangguru?
Nah, tau nggak sih Bulan Februari 2019 kemarin,
ruangguru baru saja loh meluncurkan inovasi terbarunya. Memang ya, ruangguru
ini keren banget, selalu meluncurkan inovasi baru, makanya user-nya makin
nambah aja nih. Apa inovasi terbarunya?
Kasih tau nggak ya?
Nah, jadi inovasinya adalah kini fitur ruangbelajar
ruangguru bisa diakses lewat PC loh. Eh udah pada kenalan belum ya sama fitur
ruangbelajar? Kalau belum aku kenalin ya. Jadi fitur ruangbelajar ini salah
satu fitur yang disediakan oleh ruangguru. Fitur ini juga jadi favoritnya para
siswa-siswa karena mereka bisa mengakses ribuan video pembelajaran sesuai
dengan kelasnya, mau pake kurikulum terbaru juga bisa, bisa latihan soal juga
sekaligus ada pembahasannya. Video pembelajarannya dikemas dalam bentuk yang
menarik pula, sehingga para siswa betah berlama-lama menonton videonya.
Ibaratnya nih, fitur ruangbelajar udah kayak magnet
bagi pelanggan ruangguru. Karena mereka yang berlangganan ruangguru adalah
mereka yang ingin mengatasi problem belajarnya. Entah ingin meningkatkan
pemahaman atau ingin mempersiapkan diri mengikuti ujian.
Apa sih bedanya ruangbelajar via smartphone dengan
ruangbelajar via desktop?
Sebenarnya isinya sama saja, sama-sama berisikan video
pembelajaran, quiz untuk menguji pemahaman, di akhirnya juga akan ada bentuk
rangkuman dalam bentuk info grafis. Isi konten antara yang di smartphone dengan
desktop sama saja. Namun, aku menemukan beberapa perbedaan nih.
Apa saja sih perbedaannya? Yuk mari kita selidiki.
Namun sebelum mengetahui perbedaannya mari kita cari tahu bagaimana cara
mendapatkan ruangbelajar via desktop. Untuk mendapatkan ruangbelajar untuk PC GRATIS ya, teman-teman bisa download disini
.
Untuk
ukurannya pun tidak terlalu besar, ukurannya sekitar 68.6 MB.
Nah mari lanjutkan
perbedaannya.
Ketika
pertama kali membuka aplikasi ruangbelajar di PC sama seperti di aplikasi
ruangguru, user akan diminta memilih kelas apa yang akan diikuti. Untuk
interface ruangbelajar di desktop itu terlihat sederhana dan tidak banyak
distraksi lainnya.
Sayangnya untuk pemilihan
kelas, aku rasa lebih nyaman di smartphone karena tidak terlalu butuh usaha
untuk scroll sampai ke bawah sekali dalam memilih kelas dan jenis kurikulumnya.
Kalau di ruangbelajar via desktop pilihan kelasnya dibuat baris memanjang
sehingga tidak membuat nyaman mata. Sedangkan di smartphone lebih nyaman saja.
Misalnya kita klik kelas VI maka di bawahnya akan muncul kurikulum apa yang
akan kita pilih.
Perbedaan selanjutnya
adalah video di ruangbelajar desktop tidak bisa didownload, sedangkan video di
ruangbelajar via smartphone bisa di download. Bahkan di samping icon videonya
ada opsi untuk download. Namun untuk ringkasannya keduanya baik di desktop
maupun di smartphone bisa sama-sama di download.
Di ruangbelajar via
smartphone terdapat menu rapor untuk melihat akumulasi ketercapaian misi yang
sudah dijalankan, jumlah waktu belajar, jumlah video yang ditonton, berapa
jumlah soal yang tercapai. Bahkan pada setiap mata pelajarannya ada rentang
dengan peringkat masing-masing mulai dari pemula, rajin, ambisius, hingga
juara. Wah menarik ya. Sayangnya menu rapor ini belum ada di ruangbelajar via
desktop.
Di ruangbelajar via
desktop bebas promosi fitur-fitur lainnya. Beda halnya dengan di smartphone,
setelah teman-teman menonton video pembelajaran maka di akhir setelah rangkuman
akhir akan ditawari dua fitur ruangguru lainnya yakni digitalbootcamp dan
ruanglesonline.
Meskipun masih ada
perbedaan namun sisi menguntungkannya adalah ketika belajar lewat ruangbelajar
via desktop, kita bisa melihat dengan ukuran layar besar, sesuai ukuran laptop
dan tangan kita pun tidak capek terlalu sering memegang HP ketika melihat video
pembelajaran.
Semuanya memang ada
plus-minusnya. Terus untungnya belajar via desktop adalah bebas distraksi.
Kalau kita lihat video pembelajarannya lewat smartphone kadang banyak distraksi
mulai dari notifikasi Instagram hingga chat yang masuk lewat Whatsapp maupun
line atau distraksi lainnya.
Namun pada akhirnya semua
itu baik. Jadi, kamu termasuk tim ruangbelajar via smartphone atau tim
ruangbelajar via desktop nih?






